Senin, 23 Mei 2011

Sinopsis novel "SEPOTONG JANJI"


Pak Siregar…bagi saya mengabdi di Kecamtan Barumun ini sudah menjadi tujuan hidup,” sambungku dengan suara stengah parau.
Itu kan idealisme kau berpikir, kalau ditanya kata hati kecil, apakah tidak ada kekecewaanmu terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan kesejahteraan hidupmu? Kering. Din! Mnejadi guru bukanlah impian orang-orang. Satu-satu manusia yang mau dengan ikhlas dan tulus menjadi guru. Menjadi guru adalah sebuah jalan sunyi, panjang dan melelahkan.
Marfuddin Lubis, seorang sarjana yang mengabdikan diri dengan sepenuh jiwa untuk mengajar anak-anak kampung di daerah asalnya. Kecamatan Barumun Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Dengan horor yang tak seberapa di tengah kebutuhan hidup yang menggila, ia tetap bersikukuh menjadi guru di dua sekolah swasta, SMP Islam Nurazizi dan Madrasah Aliyah Amaliyah, yang bangunannya nyaris ambruk. Tak hanya bangunan, jumlah siswa di kedua sekolah tersebut kian hari kian sedikit. Bahkan pemilik yayasan SMP Islam Nurazizi dengan serta merta menjual tanah dan bangunan sekolah tersebut tanpa memerdulikan kelanjutan nasib para siswa dan juga guru.
Tak hanya itu, beberapa waktu kemudian, satu per satu guru di Madrasah Aliyah Amaliyah pun hengkang dari sekolah yang kini hanya memiliki beberapa gelintir siswa itu. Mereka lebih memilih tawaran mengajar yang menggiurkan dengan gaji super tinggi di SMA Harapan Bangsa, sekolah baru berbasis internasional. Bagaimana nasib Marfuddin Lubis selanjutnya?….
Ayoooooo…..!!!! Buruan Baca!!! Biar Kagak Nyeseeelllll!!!

Penulis Novel Sepotong Janji
 Gelora Mulia Lubis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar